Bahasa Inggris Kunci Keberhasilan Mahasiswa Penerima Bidik Misi IAIN Manado untuk Menjadi Mahasiswa yang Unggul dan Progresif

img_20170122_215912
ICNews – IAIN Manado, 23 Januari 2017. Ada tiga aspek menurunnya prestasi mahasiswa di zaman Modern sekarang ini seperti kurangnya pemahaman dalam berbahasa, sedikitnya mahasiswa membuat forum diskusi atau kajian ilmiah dan hingga banyaknya mahasiswa yang GAPTEK akan teknologi.
Tiga hal tersebut merupakan masalah yang harus dihadapi bersama, mencari jalan keluar dan solusi agar terciptanya mahasiswa yang aktif, progresif dalam menyikapi tiga hal tersebut.
Bahasa merupakan elemen penting dalam kehidupan umat manusia. Karena bahasa merupakan alat komunikasi untuk berinteraksi satu sama lain. Itulah mengapa bahasa menjadi salah satu faktor krusial dalam kehidupan bermasyarakat di dunia karena bahasa merupakan sebuah jati diri.
Bahasa Inggris adalah salah satu elemen penting yang harus dikuasai. Mahasiswa yang tidak mengusai bahasa Inggris maka dia akan ketinggalan bahkan akan kalah dalam persaingan di dunia pendidikan.
img_20170122_215910Menyikapi akan hal tersebut, maka pengelola Bidik Misi IAIN Manado mewajibkan mahasiswanya untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan mengadakan pembelajaran bidik  misi yaitu kursus bahasa Inggris yang sering  dilaksanakan setiap minggunya. Kursus  bahasa Inggris  adalah  salah  satu  program  dari  bidik misi, yang diikuti  oleh mahasiswa penerima  bidik  misi  angkatan 2014, 2015, 2016  dimana  selain  menerima  pembelajaran  kursus  bahasa Inggris, mahasiswa bidik misi juga  menerima  pembelajaran  Baca  Tulis  Al-Qur’an (BTQ).
Selasa dan Sabtu adalah jadwal kursus bahasa Inggris yang harus dan wajib untuk diikuti oleh  setiap  mahasiswa  penerima  bidik  misi  IAIN  Manado dengan berkerjasama antara pihak  LTC dan Pengelolah  bidik  misi.
“Dengan pebelajaran ini diharapkan  agar  mahasiwa  bidik  misi  mampu bersaing  dengan mahasiswa lainnya, dengan adanya pembelajaran ini juga diharapkan mahasiswa  bidik  misi  bisa meningkatkan pemahaman bahasa Inggris dan mengikuti TOEFL yang  menjadi  persyaratan  dalam  melanjutkan  S2.” Ujar DR. Evra Willya, M.Ag selaku pengelola Bidik Misi.
Selain itu, pengelolah  bidik  misi  Wakil Rektor III Bid. Kemahasiswaan dan Kerajsama, DR. Evra Willya, M.Ag menyampaikan “bahwa  mahasiswa  penerima  bidik  misi adalah  mahasiswa  yang  harus  lebih  unggul  dibanding  mahasiswa  lainnya. Karena mahasiswa  penerima  bidik  misi  adalah  mahasiswa pilihan  yang  dibiayai oleh  negara. Maka,  dari  itu  diharapkan  dengan  adanya  pembelajaran  ini baik kursus  bahasa  Inggris  maupun  pembelajaran  Baca  Tulis  Al-Qur’an mampu  meningkatkan  kualitas belajar dan  kemampuan mahasiswa bidik misi.” Tutupnya
– Prasetyo Rumondor dan Cicilia Simpuli –

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *