Wakil Rektor II : “Kebijakan IAIN Manado Satu Pintu Tetap Berlanjut”

Diskusi Wakil Rektor II bersama Pemerintah Kelurahan dan Masyarakat

IAIN Manado, ICNews – Kebijakan IAIN Manado Satu Pintu, Hari pertama di berlakukannya kebijakan tersebut para mahasiswa mulai menunjukan ketidaknyamanan mereka dengan kebijakan tersebut karena di pandang menyusahkan, dan mempersulit akses mereka untuk kuliah, maka mereka dalam Forum Demokrasi Mahasiswa IAIN Manado “Menolak Satu Pintu”. Selasa, (6/11/2018).

Bentuk penolakan tersebut yaitu dengan memarkirkan kendaraan mereka di depan gerbang bawah kampus yang merupakan jalan umum menuju kost-kostsan maupun rumah makan yang berada di samping kampus, tindakan yang di ambil ini sudah di lakukan sejak di berlakukannya kebijakan tersebut. setelah selama dua hari semenjak kebijakan itu diberlakukan  akhirnya gerbang dibuka kembali karena dari pihak masyarakat sudah komplen dengan parkiran bebas tersebut.

Sekitar pukul 09.45 wita, gerbang bawah di penuhi dengan mahasiswa, masyarakat dan aparat kelurahan. Diskusipun terjadi antara Wakil Rektor II yang di dampingi Humas IAIN Manado dan Wakil Dekan III FTIK, bersama dengan masyarakat serta pemerintah kelurahan yang di saksikan langsung oleh para mahasiswa. Yang menjadi keluhan masyarakat adalah iplikasi dari parkiran sembarangan tempat, yang mereka khawatirkan jika itu berlanjut maka akan menimbulkan efek negatif dan merugikan mahasiswa serta akan terjadi konflik antara mahasiswa dan masyarakat.

Menurut Wakil Rektor II setelah di wawancarai oleh salah satu reporter LPM SUAM, beliau menyampaikan  bahwa “Kebijakan IAIN Manado Satu Pintu”akan terus berlanjut dengan adanya beberapa penyesuaian, dengan mengakomodasikan kepentingan mahasiswa serta membuka jalan untuk akses pejalan kaki dan kendaraan roda dua/motor bagi pegawai/dosen maupun mahasiswa, dan yang mempunyai kendaraan roda empat/mobil harus menggunakan akses pintu depan yang berada di kawasan Jl. Ring Road I, dan akses jalan di tutup untuk masyarakat umum”.

“beliau juga menyampaikan bahwa akan di fungsikan kembali portal pintu masuk pada gerbang bawah dan akan ada sekuriti yang jaga disana. Wakil Rektor II juga berpesan bahwa apabila melihat sekuriti lalai akan tugasnya maka di ingatkan oleh mahasiswa, intinya keinginan agar kampus aman damai dan tidak ada kerugian dari kita serta bisa nyaman di kampus, jadi sekarang bukan hanya kami atau saya pribadi, mahasiswa dan semua unsur harus sama- sama satu sisi menjaga ketentraman dan keamanan di kampus ini”.

Dengan harapan setelah adanya kesepakatan yang di lakukan Wakil Rektor II, intinya bagaimana memfasilitasi komitmen maupun kesepakatan yang sudah di sepakati bersama masyarakat dan pemerintah setempat. Karena kami disini datang dari jauh untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan aturan yang sesuai, bukan kebijakan yang merugikan. Salam Pena (Ishal)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *