Dua Mahasiswa Ikuti KKN Nusantara Sebagai Perwakilan IAIN Manado

IAIN Manado, ICNews – Abdurrahman dan Deden Afandi merupakan Mahasiswa Fakultas Syariah yang menjadi utusan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) selaku Mahasiswa IAIN Manado untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara yang dilaksanakan pada 11/01/2020 s/d 14/2/2020 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selasa, (04/02/2020)

KKN Nusantara meliputi seluruh mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia terhitung sampai 62 mahasiswa yang berbaur di dalam satu Kecamatan yakni atas dasar Perjanjian Kerja antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tentang Kolaborasi Pengembangan Model Perguruan Tinggi Membangun Desa Melalui Program Pengabdian Masyarakat.

Sebelum turun KKN, mereka berdua mengaku telah mengikuti Pembekalan KKN selama Tiga Hari yakni 07/01/2020-10/01/2020. Abdurrahman ditempatkan berbeda posko dengan Deden Afandi, Abdurrahman ditempatkan di Desa Bipolo, Kec. Sulamu. Sedangkan Deden Afandi ditempatkan di Kel. Sulamu, Kec. Sulamu.

Berikut penuturan Deden Afandi, salah satu utusan IAIN Manado “KKN Nusantara 3T 2020 merupakan terobosan baru dari Kementerian Agama Pusat yang sangat baik. Ini dikarenakan kami dari berbagai macam kampus dari provinsi yang berbeda-beda disatukan dalam satu misi yang sama yakni untuk mengabdi di daerah yang paling terluar, tertinggal, dan terkebelakang baik dari aspek kehidupan maupun infrastruktur. Untuk KKN Nusantara inipun kami menggunakan metode baru yang sangat jauh berbeda dengan KKN Reguler lainnya karena kami dibekali dengan metode ABCD atau Asset Based Community Development dimana dalam aplikasinya kami dituntut untuk dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di masyarakat secara maksimal baik itu potensi SDA, SDM, SDE, Budaya, bahkan sampai ke ranah Toleransi Antar Umat Beragama. Hal inipun sejalan dengan tema KKN Nusantara yakni ‘Membangun Piece Building Atau Moderasi Beragama Selawat Asset-Asset Yang Ada’.Tentunya bagi kami ini merupakan suatu tantangan yang cukuo besar dimana kami dituntut untuk dapat memfasilitasi masyarakat agar dapat menumbuhkan kesadaran akan asset-aset yang ada di daerah atau wilayah tempat mereka menetap dan tinggal” (Fitroh)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *